Senin, 23 Februari 2015 0 komentar

Filosofi Burung Angsa

Sebuah renungan bagi kita semua

Kalau kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan burung angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Burung-burung angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan burung angsa tersebut terbang dengan formasi "V".

Fakta:

Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah payah untuk menembus “dinding udara” di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Pelajaran:

Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta:

Kalau seekor burung angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.

Pelajaran:

Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor burung angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

Fakta:

Ketika burung angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan burung angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran:

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya burung angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta:

Burung-burung angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada burung angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran:

Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta:

Ketika seekor burung angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua burung angsa yang lain akan ikut keluar dari formasi bersama burung angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka akan tinggal dengan burung angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran:

Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor burung angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.

Jadi apa keuntungan yang kita dapat dari perdebatan takberujung karena perbedaan? Bukankah lebih baik kita bahu membahu saling mengisi kekurangan kita? Mencari solusi terbaik bersama-sama disaat kita berbeda pandangan? Ingatlah kawan, bangsa ini bukan hanya milik kita tapi milik penerus & keturunan kita juga. Akankah kita mewariskan bangsa ini pada penerus kita bangsa yang carut marut tanpa arti? Jawabannya ada pada sahabat sekalian.

Burung angsa pun bisa melakukannya, bagaimana dengan kita, sahabat ?
0 komentar

Tips Memilih Penerbit yang Cocok

Tips Memilih Penerbit yang Cocok


Memilih penerbit yang cocok dengan naskah yang kita tulis itu gampang-gampang susah. Penerbit kan banyak, kenapa naskah saya ditolak? Perasaan naskah saya nggak kalah bagus dibanding novel-novel yang sudah terbit dan beredar. Apa yang salah ya?

Tenang, Penerbit di Indonesia memang banyak, tapi apakah naskah kita dikirim ke penerbit yang tepat? Di sanalah masalahnya. Meski penerbit  banyak sekali, kita tidak bisa menyamaratakannya begitu saja. Setiap penerbit memiliki kekhususan masing-masing. Artinya, satu sama lain belum tentu menerbitkan spesifikasi buku yang sama. Katakanlah, Penerbit A menerbitkan novel, Penerbit B juga menerbitkan novel. Tapi, apakah novel yang diterbitkan kedua Penerbit tersebut sama? Belum tentu. Penerbit A bisa saja hanya menerbitkan novel-novel bertema inspiratif, sedangkan Penerbit B hanya menerbitkan novel roman remaja. Beda sekali, bukan? Jadi, kalau kamu mengirimkan naskah novel seputar dunia remaja ke penerbit A, bisa jadi naskah kamu akan langsung ditolak. Bukan karena tidak bagus, tapi karena genre naskah tersebut tidak diterbitkan Penerbit A. Artinya pula, naskah roman remaja kamu tidak akan pernah berjodoh dengan penerbit A.

Kesalahan memilih penerbit  ini biasa terjadi pada sebagian penulis baru (termasuk saya dahulu). Tanpa melihat spesifikasi penerbitnya, sebuah naskah dikirimkan begitu saja. Tidak heran kalau jawaban yang ditunggu tidak pernah sesuai dengan yang diharapkan. Dengan kata lain, Naskah Ditolak! Salah siapa?  Yang jelas bukan salah editor atau penerbitnya. Salah kita yang tidak saksama sebelum mengirimkan naskah tersebut.

Beberapa kali naskah saya pernah mengalami penolakan di sebuah penerbit, tetapi kemudian lolos di penerbit berikutnya. Itu membuktikan kalau ditolak bukan berarti naskah kita tidak bagus, tapi karena kita belum mendapatkan jodoh penerbit yang pas dan cocok.

Jadi, bagaimana caranya agar naskah kita tidak salah memilih penerbit? Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan agar –setidaknya, naskah kita tidak benar-benar salah tujuan.
  •  Pelajari Penerbit yang akan dituju
Mempelajari karakterisasi sebuah (atau banyak) penerbit akan sangat membantu dalam memilah dan memilih penerbit yang cocok untuk naskah kita. Sekarang ini, hampir seluruh penerbit memiliki website sendiri [kalaupun tidak, pasti memiliki akun di halaman facebook]. Coba perhatikan katalog buku terbitan penerbit tersebut, apakah salah satunya memiliki genre yang sama dengan naskah yang kita tulis? Kalau ya, bisa jadi penerbit tersebut menerima kiriman naskah serupa. Kalaupun kita mengirimkan naskah ke sana, kita tidak akan salah alamat.
  •   Pelajari Ragam Penerbit di Toko Buku
Kalau ingin menjadi seorang penulis tentu harus mengakrabkan diri dengan toko buku. Penulis tidak pernah jalan-jalan ke toko buku? Yay, memalukan! Yang jelas, di toko buku kita akan berhadapan langsung dengan karya nyata para penerbit. Mau penerbit apa dan penerbit mana? Mau buku yang tampilannya seperti apa dan harga berapa? Semuanya ada. Kita bisa memilah-milih setiap penerbit dari buku yang bertebaran. Kita memiliki naskah apa yang ingin dikirim? Sebuah naskah roman remaja? Ayo, cek di deretan rak novel-novel remaja. Perhatikan novel-novel yang berjajar, ambil novel yang sekiranya sejenis dengan naskah kita, lalu lihatlah siapa penerbitnya. Catat atau ingat-ingat nama dan alamat penerbitnya. Ke sanalah naskah kamu bisa segera dikirimkan.
  • Baca banyak karya
Tentu saja. Membaca beragam jenis buku keluaran dari berbagai penerbit akan lebih mengenalkan kita terhadap suatu penerbit. Novel remaja saja banyak sekali ragamnya. Kita mungkin tidak bisa membedakan masing-masing buku dari judulnya, tapi kita bisa membedakan dari isinya. Setelah banyak membaca, jangan heran kalau tiba-tiba saja kita menyadari; “Oh, penerbit C menerbitkan cerita seperti ini, toh?” atau “Oh, Penerbit D hanya menerbitkan cerita-cerita remaja yang kental dengan unsur islaminya toh?” Semua itu baru bisa ketahui kalau kita sudah membaca bukunya! Membaca judul atau sinopsisnya saja tidak akan bisa menjabarkan keseluruhan isi bukunya lho. Membaca banyak buku dari beragam penerbit bisa lebih meyakinkan kita kalau; “Oh, ternyata naskahku lebih cocok untuk Penerbit X!”
  • Menghubungi Editor/Penerbitnya
Mencari jodoh itu memang tidak mudah. Dibutuhkan usaha terlebih dahulu sebelum kita mengenal calon jodoh kita. Eits, ini tidak hanya dalam pencarian jodoh hidup lho, dalam perjodohan naskah pun harus begitu. Selain cara-cara yang sudah disebutkan sebelumnya, tak ada salahnya kita pun 'mendekati' orang-orang yang ada di penerbit yang bersangkutan. Cara paling simpel adalah mengirimkan email ke penerbit tersebut; menanyakan apakah mereka menerima naskah genre tulisan  yang kita buat? Sulit mendapatkan jawaban dari mereka? Oke, dengan kesibukan yang menggunung, atau karena begitu banyaknya email senada yang masuk ke inbox mereka membuat email kita bisa saja terselip dan luput dibalas.

Tenang, cari jalan lain. Gunakan media facebook atau twitter. Add akun penerbit atau mereka yang bekerja di penerbit tersebut, lalu tanya baik-baik tentang kemungkinan mengirim naskah kamu ke penerbit tersebut. Pengalaman saya, mereka sangat welcome menjawab pertanyaan kita kok. Saya sering membaca wall di sebuah Penerbit dari para pembaca/penulis dengan pertanyaan seperti ini; "saya punya naskah teenlit, apakah penerbit XXX ini menerima genre seperti itu?" dengan ramah pengelola akun penerbit akan memberikan reply; "Mohon maaf, kami tidak menerbitkan teenlit." Langsung clear permasalahannya kan? Tinggal kita bertanya ke penerbit lainnya.

  • Bertanya ke Penulis Lainnya
Cara yang lebih ampuh lainnya adalah dengan bertanya kepada penulis lain yang sudah menerbitkan naskah di penerbit yang kita tuju. Add akun facebook atau twitter mereka terlebih dahulu kalau belum berteman. Kirim email juga bisa dilakukan kalau sudah ada alamat emailnya. Tanyakan baik-baik mengenai kriteria naskah di penerbit tertentu (yang penulis tersebut sudah menerbitkan karyanya di sana) di wall atau emailnya. Jangan bete kalau ternyata wall atau email kamu tidak dibalas juga. Setiap  orang pasti punya kesibukan tersendiri. Daripada marah-marah nggak jelas, lebih baik cari penulis lain yang mau membantu.
  • Ikut komunitas/grup Penulisan
Di facebook sekarang ini banyak sekali grup-grup penulisan yang berisi para penulis berpengalaman. Selain berbagi tips-tips penulisan, terkadang ada sharing juga mengenai kiat-kiat mengirimkan naskah ke penerbit. Kadang ada pula info-info tentang lomba penulisan atau penerbit yang sedang membutuhkan kiriman naskah. Coba lihat, apakah info tersebut cocok dengan tulisan kamu? Di grup ini kamu pun bisa bertanya banyak hal yang belum kamu ketahui tentang dunia penulisan dan penerbitan.
Ayo segera gabung, tidak ada ruginya kok. Kamu justru akan semakin memiliki banyak pengetahuan dan teman penulis untuk saling berbagi.

  • Uptodate
Karena dahulu dikenal sering menerbitkan novel teenlit, saya pernah ngobrol via facebook dengan editor penerbit tersebut. Saat itu saya mengatakan bahwa saya memiliki sebuah novel teenlit. Ternyata, apa yang saya dapatkan? Editor tersebut mengatakan bahwa mereka sudah tidak menerbitkan teenlit lagi sekarang. Nah, beruntung kan saya sempat nanya sebelum mengirimkan naskahnya? Dari obrolan tersebut saya akhirnya bisa tahu naskah-naskah dengan tema apa saja yang sebenarnya sedang mereka cari saat itu.

Ada lagi. Seorang teman mengeluhkan naskahnya belum juga mendapatkan jawaban lolos atau tidaknya dari sebuah penerbit. Padahal dia sudah mengirimkannya lama sekali. Setelah ditelusuri, ternyata alamat penerbit tersebut sudah pindah bertahun lalu! Dia masih mengirimkan naskahnya ke alamat penerbit yang lama! Oalaaah ... bagaimana naskah kita bisa mendapatkan balasan kalau alamatnya saja masih alamat yang dulu?

Dari sini kita bisa melihat kalau kita pun harus melek informasi terbaru tentang Penerbit yang dituju. Untuk mendapatkan alamat penerbit cukup mudah kok. Browsing saja, atau buka website mereka. Setiap Penerbit pasti mencantumkan alamatnya kok. Cara lain adalah dengan melihat cover belakang novel/buku terbitan mereka. Jangan lihat alamat mereka di buku terbitan lama, karena siapa tahu alamat mereka sudah tidak di sana lagi. Ambilah buku terbaru dan catat alamat yang ada di belakang bukunya. 

0 komentar

10 Cara Mati Teraneh


Setiap orang ingin meninggal dengan tenang pada saat mereka tidur tanpa ada penderitaan, dikelilingi oleh orang-orang yang mereka cintai dan tentunya bukan dengan cara aneh seperti pada artikel berikut ini. Saking anehnya, sampai-sampai orang tersebut juga tidak menyangka bahwa ia akan meninggal dengan cara seperti itu.
1. Tidak Ingin Meninggalkan Perjamuan
Dane Tycho Brahe
Dane Tycho Brahe adalah orang yang terkenal karena kerjanya dalam astronomi dan kenyataan bahwa ia kehilangan hidungnya pada saat berkelahi di abad ke-16. Walaupun sejarahwan berdebat mengenai bagaimana ia meninggal, legenda mengatakan bahwa ia meninggal karena ia tidak ingin meninggalkan perjamuan.
Pada zaman itu, meninggalkan makanan yang tidak selesai adalah perilaku buruk dan setiap perjamuan dapat bertahan selama berjam-jam. Brahe yang minum banyak dan tentu saja ia ingin ke WC, tetapi ia menahan hal tersebut sampai kandung kemihnya pecah.
2. Karena Tertawa
ketawa sampai mati
Beberapa orang di sejarah dikatakan telah meninggal karena tertawa, tapi tenang saja, ini juga terkait dengan kondisi kesehatan jantung mereka. Salah satunya adalah Alex Mitchell di tahun 1975, seorang pria Inggris.
Mitchell yang sedang menonton The Goonies, tertawa selama satu jam penuh hingga ia jatuh meninggal. Kasus lainnya adalah seorang Pria Thailand yang meninggal karena mimpi lucu dan meninggal di dalam tidurnya.
3. Bermain Game
bermain game mati
Banyak orang suka bermain game, sampai pada titik di mana mereka tidak tidur. Tapi tentunya jarang ada orang yang main sampai ia lupa makan, minum ataupun tidur, dan hal itu diwujudkan oleh seorang Pria Korea Selatan pada tahun 2005 bermain Starcraft selama 50 jam tanpa henti.
Ada saksi yang mengatakan bahwa ia hanya berhenti untuk ke WC dan hanya tidur sebentar. Penelitian menunjukkan bahwa ia meninggal karena terlalu cape.
4., Karena Demo
jatuh dari gedung
Berikut tips jika Anda bekerja di gedung tinggi: jangan mengetes kekuatan kaca, bahkan walaupun mereka terlihat tidak dapat dipecahkan. Pada tahun 1993, Gary Hoy, seorang pengacara Kanada memutuskan untuk membuktikan ke seluruh orang di kantor bahwa kaca di gedung mereka kuat.
Di lantai 24, Hoy berhasil membuktikannya karena pada saat ia menabrakkan dirinya ke kaca, ia terlempar balik. Tapi anehnya, ia ingin mencobanya lagi, hingga kaca yang kuat itu terlepas dari kerangkanya dan ia jatuh. Memang kaca itu kuat, tapi kerangkanya tidak.
5. Ditimpa Kura-kura di Kepala
aeschylus
Aeschylus adalah Dramawan Yunani Kuno yang pekerjaannya masih dapat dilihat sekarang ini. Sayangnya, kematiannya tidak sebagus pekerjaannya, malah sangat menyedihkan.
Legenda mengatakan, pada saat ia mengunjungi Gela pada Pulau Sisilia, seekor elang salah melihat kepala Aeschylus sebagai batu, menjatuhkan kura-kura pada kepalanya untuk menghancurkan cangkang kura-kura tersebut.
6. Makan Sampai Mati
makan sampai mati
Adolph's Frederick, Raja Swedia yang terkenal sebagai "Raja yang meninggal karena makan sampai meninggal".
Pada tahun 1771, sesudah ikut serta dalam pesta yang berisikan lobster, caviar, bir dan makanan mewah lainnya. Sesudah ia selesai makan, ia pindah ke makanan penutup favoritnya, yakni pudding. Makan satu atau dua mungkin sudah cukup, tetapi 14? Padahal sudah makan makanan mewah lainnya, dan hal itulah yang membawanya ke kematian.
7. Bercinta sampai Mati
bercinta sampai mati
Menikah dengan satu orang mungkin sudah cukup, tetapi tidak sama halnya dengan seorang Pria Nigeria yang dipaksa untuk bercinta dengan 6 istrinya sampai ia mati. Orang itu bernama Uroko Onoja yang awalnya ingin bercinta dengan istri paling mudanya hiungga ia dipaksa oleh kelima istrinya untuk memuaskan mereka.
Mereka meminta Si Suami bercinta dengan mereka semua, satu-satu dimulai dengan yang termuda. Onoja berhasil memuaskan keempat istrinya, hingga sampai yang kelima ia berhenti bernafas pada saat ia berjalan ke ranjang.
8. Minum Jus Sehat
jus wortel minum sampai mati
Banyak orang terobsesi dengan makanan sehat dan berolahraga untuk kehidupan yang sehat. Tetapi pada beberapa kasus, dedikasi seperti itu dapat membahayakan.
Pada tahun 1974, Pria Inggris Basil Brown, terkena overdosis jus wortel. Setiap harinya, pria ii selalu meminum jus ini 1 galon setiap harinya, dengan kulit jeruk di kulitnya. Tetapi tentu, meminum satu galon jus ini selain air setiap hari tentu tidak baik untuk liver (hati) Anda. Hingga akhirnya setelah beberapa tahun, ini 'membuahkan hasil', yakni kematian.
9. Syal Panjang
mati karena syal isadora duncan
Isadora Duncan terkenal sebagai Ibu dari Dansa Modern. Lahir di San Fransisco, California. Gaya menari bebasnya tidak terkenal di negara asalnya, tetapi ia menemukan kesuksesan setelah pindah ke Paris.
Sayangnya, pada saat ia naik mobil dengan syal panjang, syalnya tersangkut di mobil dan dengan kekuatan yang mengerikan, menarik Duncan hingga lehernya patah dan terseret di jalanan selama beberapa meter hingga si pengendara menghentikan mobilnya.
10. Membuktikan Kasus
tembak mati untuk bukti kasus
Untuk kasus bunuh diri, mungkin menembahkkan pistol ke diri sendiri sudah biasa. Tapi bagaimana jika itu untuk membuktikan orang lain? Clement Vallandigham melakukan hal tersebut. Sesudah perang pada tahun 1871, ia mencoba mlindungi orang lain yang dituduh menembak orang lain dalam perkelahian bar.
Vallandigham ingin membuktikanke Juri bahwa ada kemungkinan si korban meninggal karena secara tidak sengaja menembak dirinya sendiri. Untuk membuktikan hal tersebut, ia meletakkan pistol di kantongnya dan menciptakan kembali kejadian tersebut. Sayangnya, ia menciptakannnya terlalu baik, hingga pistol tersebut juga menembak dirinya. Baiknya, kliennya dibebaskan.
0 komentar

Ternyata Inilah Alasannya Mengapa Kita Tertawa Saat Digelitik


Banyak di antara kita yang pasti merasa geli dan mulai tertawa terbahak-bahak saat kita digelitik oleh orang lain, namun pada saat kita menggelitik diri kita sendiri hal itu tidaklah terjadi. Apa alasan sebenarnya di balik hal itu? Ternyata tidak hanya karena sederhana merasa gelilah yang menyebabkan kita tertawa namun ada alasan kompleks di balik hal itu.

Mengapa Kita Tertawa?

Apakah sebenarnya yang membuat kita tertawa?
Sebelum kita membahas alasan mengapa kita tertawa pada saat digelitik, maka tentu pertanyaan paling dasarnya adalah mengapa kita tertawa? Vsauce mengatakan bahwa kita tertawa karena kita menyadari ada komedi, humor, atau sesuatu yang kita anggap lucu akan hal-hal yang kita lihat. Namun sebenarnya itu semua adalah proses pembelajaran akan hal-hal yang baru. Oleh karena itulah sebuah humor hanya akan sangat berdampak lucu pada saat terjadi pertama kali dan akan semakin berkurang jika terus disaksikan.
Jika kita tertawa karena proses pembelajaran, lalu mengapa kita tidak tertawa terbahak-bahak saat kita di sekolah? Itu adalah karena semua hal-hal yang kita pelajari masih dapat dimengerti secara logis dan sama sekali tidak mengejutkan bagi kita. Lalu bagaimana dengan kelitikan?

Lalu Mengapa Kita Tertawa Pada Saat Digelitik?

Tertawa saat digelitik, apakah sebenarnya yang terjadi?
Bagaimanapun kita melihat kelitikan, tidak ada yang lucu dan dapat membuat kita tertawa. Pertanyaan terbesarnya kemudian adalah lalu kenapa kita tertawa pada saat digelitik? Tidaklah sedikit di antara yang kita yang tidak suka dengan gelitikan namun bagaimanapun kita tidak menyukai gelitikan tersebut, kita tetap akan ketawa pada saat digelitik.

Respon Pertahanan Diri

Ternyata tertawa saat digelitik adalah sebagai respon pertahanan diri
Ternyata alasan sebenarnya di balik mengapa kita tertawa pada saat digelitik adalah sebagai respon tubuh kita untuk mempertahankan diri. Sadarkah Anda bahwa bagian-bagian dimana kita merasa geli sebenarnya adalah bagian-bagian yang paling mudah diserang di tubuh kita? Dan pada saat kita terkejut, kita secara tidak sadar akan melindungi bagian-bagian tersebut.
Pada saat kita merasa geli karena sebuah gelitika, pada kenyataannya tubuh kita sedang dalam sebuah kondisi akan kepanikan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pada saat digelitik kita akan menggeliat-geliut sambil tertawa, sebenarnya itu adalah respon dimana tubuh kita berusaha kabur dari gelitikan tersebut, tidak tahu apa yang menyebabkan perasaan bahaya itu.
Tubuh kita tidak tahu apa yang harus diperbuat karena sumbernya adalah sentuhan lembut yang memang tidak akan menyakiti kita sama sekali. Oleh karena itulah tubuh kita bingung walaupun pada kenyataannya Anda tahu bahwa Anda hanya sedang digelitik. Pada akhirnya tubuh kita akan tertawa, berteriak, atau keduanya, tergantung dari seberapa geli Anda pada saat digelitik.

Menggelitik Diri Sendiri

Menggelitik diri sendiri, mungkin atau tidak?
Pernahkah Anda mencoba menggelitik diri Anda sendiri? Jika Anda pernah melakukan hal tersebut, Anda pasti menyadari bahwa hal itu sama sekali tidak bisa dilakukan berbeda halnya jika orang lain yang melakukan hal itu. Berdasarkan penjelasan di atas kita sudah tahu bahwa gelitikan adalah respon pertahanan diri tubuh kita, oleh karena itu karena tubuh kita tahu yang menyentuhnya adalah kita sendiri maka tidak ada respon pertahan diri yang dikirimkan ke otak. Itulah sebabnya mengapa kita tidak dapat menggelitik diri kita sendiri dan mungkin lebih cocok dikatakan kita sedang menggaruk diri sendiri.
Jika Anda tidak percaya maka Anda boleh mencoba menggelitik diri Anda sendiri. Beberapa titik geli yang ada di tubuh kita adalah di kaki, bawah ketiak (samping perut), leher, dan telapak tangan kita. Jika Anda tertawa mungkin tubuh Anda menganggap bahwa Anda sendiri berbahaya?

Gelitikan Sebagai Humor Dan Interaksi Sosial

Gelitikan sering dilihat sebagai sebuah cara interaksi sosial dan humor
Jika gelitikan adalah respon tubuh akan pertahanan diri, lalu kenapa banyak orang yang melakukan hal itu sebagai interaksi sosial ke sesamanya dalam bentuk humor mereka? Nyatanya, itu sama sekali salah, gelitikan dan rasa humor sama sekali tidak berhubungan. Kita berpikir seperti itu karena mereka melihat lawan kita tertawa pada saat digelitik dan kita pasti mengasosiasikan tertawa dengan rasa senang. Hal itulah yang pada akhirnya memacu orang-orang untuk menjadikan gelitikan sebagai interaksi sosial terhadap sesama.
0 komentar

7 Rahasia Pribadi yang Mempesona





Anda orang biasa saja? Bukan artis? Bukan konglomerat? Bukan ilmuwan? Bukan orang terkenal? Jangan khawatir, kami akan memberikan tips untuk anda. Tips yang akan membuat anda menarik, menjadi pribadi penuh pesona.

Inilah 7 rahasia menjadi pribadi penuh pesona yang kami kembangkan dari pemikiran dr. Yul Iskandar, DSJ., MBAP.,MASRS., PhD. pendiri Yayasan Dharma Graha. Selamat mengikuti!

1. Berubahlah dengan waktu dan tempat!
Jangan selalu menuruti perasaan negatif, seperti: merasa bosan, lelah, jenuh, tersiksa dengan tempat atau masa lalu. Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersama anda! Menangislah, dan anda akan menangis sendirian! Mutiara kata ini mengisyaratkan agar kita selalu berbahagia dimana pun kita berada dan kapan pun. Jika kita merasa sebagai orang yang paling sedih atau menderita di dunia ini, yakinlah bahwa masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada kita.

2. Carilah kenalan, teman, sahabat, relasi sebanyak-banyaknya!
Sering-seringlah bepergian, menjelajahi dunia. Semakin sering anda bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, maka kepribadian anda akan semakin matang tanpa anda sadari.

3. Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri.Dengan cinta, hidup menjadi indah, persahabatan menjadi langgeng, dan silaturahmi tetap terbina. Tentunya cinta yang diberikan secara tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan kecuali dari Allah semata.

4. Hargailah dan nikmatilah alam.
Dengan menghargai alam, jiwa menjadi tenang. Dengan menikmati alam hati menjadi senang. Temukanlah rahasia sesuatu itu tampak menarik, misalnya: bunga yang mekar, surya yang bersinar, sawah yang terhampar.

5. Hargailah orang lain.
Misalnya dengan cara membuatnya bahagia, tersenyum, tertawa, memberi pujian yang tulus. Membahagiakan orang lain akan membuatnya membahagiakan kita di saat yang tak terduga, percayalah!

6. Jaga tingkah laku.
Banyaklah mendengarkan dan berpikir daripada berbicara, kecuali bila waktunya untuk berbicara. Dengan menjaga lisan dan perbuatan kita, berarti setengah pertempuran hidup telah kita menangkan.

7. Jangan kekanak-kanakan.
Sikap dewasa menunjukkan kepribadian yang kuat dan mempesona. Betapa banyak orang tua yang bahkan belum dewasa! Salah satu tanda kedewasaan seseorang antara lain adalah dari sikap, tutur kata, dan caranya di dalam mengambil keputusan secara arif dan bijaksana.
0 komentar

10 Alasan Paling Umum Mengapa Seseorang Bunuh Diri


Di era modern ini berita mengenai peristiwa bunuh diri bukanlah lagi sesuatu yang jarang terdengar. Dan setelah ditelaah alasan mengapa mereka melakukan hal menyedihkan ini ternyata adalah karena alasan-alasan yang sangat umum dan sering sekali ditemui. Berikut 10 alasan paling umum mengapa seseorang dapat melakukan tidnakan bunuh diri.
Ketahuilah bahwa artikel bersifat sebagai pengetahuan dan baiknya tidak dibaca bagi mereka yang sedang depresi.

10. Kesalahan Diri Sendiri

Overdosis obat-obatan
Oke, mungkin ini tidak dapat dikategorikan secara murni sebagai sebuah aksi bunuh diri namun apa yang terlihat sebagai aksi bunuh diri bisa saja sebenarnya adalah kesalahan diri sendiri dari orang terkait. Alasannnya bisa saja adalah kurang edukasi atau memang kecelakaan yang disebabkan karena tindakan beresiko yang dilakukan diri sendiri.
Sebagai contoh seperti tidur dalam mobil tertutup dengan ac menyala, bermain-main di tempat yang sangat tinggi, berkendara selagi mabuk, overdosis obat-obatan, dan banyak lainnya. yang paling umum ditemui dari kasus ini adalah terkait dengan alkohol dan obat-obatan. Secara berkepanjangan dapat menyebabkan seseorang tidak dapat membedakan apa yang asli dan apa yang palsu, kehilangan fungsi otak, dan akhirnya overdosis yang mengarah ke kematian.

9. Kesepian

Catatan dari seseorang yang kesepian
Percayakah Anda bahwa seseorang yang sangat eksis di sosial media dengan teman atau follower sampai ribuan, pada nyatanya mungkin saja adalah orang yang sangat kesepian? Kesepian atau kesendirian sendiri adalah sebuah perasaan sedih dimana seseorang merasa tidak ada yang peduli dengan dirinya atau ia tidak memiliki orang-orang yang dapat dikasihi dalam hidupnya. Bentuk lain dari kesepian ini adalah isolasi yang dapat dilakukan oleh orang lain atau diri Anda sendiri.
Apapun itu, pada nyatanya isolasi dan kesepian adalah hal-hal yang memang dapat menyebabkan seseorang bunuh diri. Perasaan seperti ini dapat terjadi karena banyak hal namun beberapa yang paling signifikan dalam hal bunuh diri adalah kehilangan orang terkasih, kehilangan anak, hidup sendiri, atau menderita penyakit terminal.

8. Kelainan Mental

Penderita kelainan mental schizophrenia
Dalam dunia medis, ada sebuah kondisi kelainan mental langka yang dikenal dengan nama schizophrenia, yakni sebuah kondisi dimana pasien memiliki kelainan perilaku sosial dan gagal membedakan apa yang asli dengan apa yang palsu. Mereka yang menderita penyakit ini sering sekali dikaitkan dengan tingginya aksi bunuh diri terkait dengan kondisi kelainan mental. Bahkan kalaupun aksi bunuh dirinya sudah digagalkan, ada kemungkinan 20-40% pasien yang sama akan mencoba melakukan tindakan bunuh diri lagi. Beberapa sumber mengatakan penderita Schizophrenics terkadang mendengar suara-suara yang mendorong merek untuk bunuh diri.
Di sisi lain kelainan mental memang adalah salah satu hal paling umum yang dapat menyebabkan seseorang untuh bunuh diri. Mungkin apa yang tadinya menurut kita berbahaya atau tidak wajar untuk dilakukan, adalah hal yang biasa saja bagi para penderita kelainan mental. Inilah sebabnya mengapa di rumah sakit jiwa ada sebuah ruangan yang dikhususkan untuk mengurangi resiko pasien penderita untuk menyakiti dirinya sendiri.

7. Penyakit

Balita menderita penyakit kronis
Sebuah studi menemukan bahwa setiap harinya ada setidaknya 1 orang yang melakukan tindakan bunuh diri karena menderita penyakit kronis atau penyakit terminal. Mereka yang menderita penyakit kronis ini mengetahui bahwa mereka sudah tidak dapat disembuhkan dan umur mereka tidak lagi panjang, tidaklah jarang terlintas di benak mereka lalu untuk apa mereka hidup. Inilah yang biasanya berakhir dengan mereka mengambil nyawa mereka sendiri.
Bagaimanapun kondisi kita, kehidupan adalah sesuatu yang berharga. Hal ini dapat dilihat dari kehidupan Nick Vujicic, seorang pria yang tetap menghargai hidupnya walaupun ia telah kehilangan kedua tangan dan kedua kakinya.

6. Rasa Takut

Seseorang yang takut menutup mata
Setiap orang pasti memiliki rasa takut. Jika Anda berkata bahwa Anda tidak takut akan apapun, maka itu berarti Anda telah berbohong. Pasti ada suatu hal yang dapat membuat Anda takut, baik itu dalam bentuk nyata, phobia, ataupun hal-hal abstrak seperti kegagalan. Apabila seseorang harus menghadapi rasa takutnya secara terus menerus dan mentalnya tidak cukup kuat, maka ia dapat menjadi gila. Akhirnya Anda tidak perlu susah-susah menebak, singkat kata adalah bunuh diri.
Basis inilah yang sering dijadikan dasar cerita dari beberapa media seperti film ataupun novel. Ironisnya, rasa takut akan hal-hal yang tidak pastilah yang paling sering terlihat di dalam diri kita seperti rasa takut akan kehilangan orang tersayang, rasa takut akan kegagalan, rasa takut akan hantu, dan seterusnya.

5. Kegagalan

Seorang pria sedang duduk karena gagal
Dalam artikel 10 Ketakutan Terbesar Manusia telah disebutkan bahwa kegagalan adalah ketakutan paling besar dari manusia. Ada saatnya dimana dalam kehidupan hal-hal yang telah kita perjuangkan berakhir tidak sesuai dengan yang kita inginkan, itulah yang dinamakan kegagalan. Mereka yang pada akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri biasanya bukan lagi takut akan kegagalan melainkan benar-benar telah mengalami kegagalan. Bahkan tidak jarang kegagalan yang terlihat sepele dapat mendorong mereka untuk melakukan tindakan menyedihkan tersebut.
Contoh-contoh sederhana dari kegagalan yang pernah berakhir dengan tindakan bunuh diri adalah kegagalan dalam ujian, gagal dalam berbisnis, gagal investasi, dan banyak lainnya. Umumnya dorongan untuk melakukan bunuh diri hanya terjadi pada saat ia mengetahui kegagalan itu, dan begitu orang tersebut sadar bahwa ia telah melakukan percobaan bunuh diri tidak jarang orang-orang ini malu akan aksi mereka tersebut.

4. Penindasan

Kekerasan dalam rumah tangga
Ada banyak sekali bentuk dari penindasan, namun beberapa yang paling sering ditemui sebagai penyebab umum adalah apa yang disebut dengan "bullying" dan juga kekerasan domestik (kekerasan dalam rumah tangga). Tidak ada satu orangpun di dunia yang suka ditindas, manusia adalah mahluk yang mencintai kebebasan mereka inilah sebabnya mengapa hukum kebebasan adalah hukum asasi manusia.
Perkembangan zaman terjadi dalam laju yang relatif cepat, sayangnya penindasan juga menjadi lebih luas. Sekarang ada yang namanya "cyber bullying," dan percaya tidak percaya ada remaja yang bunuh diri karena ia ditindas melalui berbagai akun sosial medianya. Di sisi lain, penindasan dalam sekolahan adalah hal yang sudah sangat umum dan hanya sedikit yang benar-benar diliput dalam berita-berita media. Mereka yang pada akhirnya memutuskan melakukan aksi bunuh diri mungkin tidak dapat membayangkan diri mereka untuk selama bertahun-tahun masa sekolahnya, harus ditindas oleh teman-teman mereka sendiri.
Hal yang lebih menyedihkan adalah kekerasan domestik, anak-anak yang menderita kekerasan domestik ini biasanya mengalami trauma berkepanjangan. Beberapa dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat, namun banyak yang pada akhirnya malah menjadi lebih kasar terhadap keluarga mereka di ke depannya. Tidak jarang juga beberapa memutuskan untuk mengambil nyawa mereka sendiri.

3. Patah Hati

Kunci dan bunga yang menandakan patah hati
Tidak semua kisah cinta dapat berakhir dengan kebahagiaan, tidaklah jarang perpisahan terjadi sebelum seseorang dapat bertemu dengan pasangan sejatinya. Sayangnya tidak semua orang dapat melewati masa patah hati itu. Beberapa ada yang ingin mendapatkan perhatian mantan pasangannya dengan mencoba bunuh diri, beberapa ingin membuat mantan pasangannya menyesal dengan bunuh diri, dan beberapa tidak dapat menahan rasa patah hatinya.
Semua yang merasakan hal-hal seperti inilah yang pada akhirnya membuat seseorang mencoba untuk bunuh diri. Mereka lupa bahwa mereka telah mendapatkan kasih sayang tidak terkira dari kedua orang tua mereka, saudara mereka, teman mereka, dan hanya untuk "orang yang tidak dikenal," mereka ingin meninggalkan dunia ini.

2. Kemiskinan

Tangan-tangan orang yang sedang minta-minta
Tidaklah dapat dipungkiri bahwa hampir semua kebutuhan utama di dunia ini membutuhkan apa yang kita kenal sebagai 'uang', inilah yang menjadi salah satu alasan paling umum mengapa seseorang melakukan bunuh diri. Mereka yang tidak berkecukupan terkadang merasa tertekan dan mencoba mencari berbagai cara instan untuk mendapatkan uang tersebut, baik dengan hutang, berbuat kejahatan, dan banyak lainnya. Dari sinilah rasa tertekan tersebut membuat beberapa orang sudah tidak tahan lagi dan mengambil jalur singkat yaitu dengan bunuh diri.
Bill Gates pernah berkata: "Jika Anda terlahir miskin itu bukan kesalahan Anda, tapi jika kamu meninggal miskin itu adalah kesalahan Anda." Ini berarti bahwa jika kita melihat ke berbagai alternatif pasti ada cara untuk mendapatkan penghasilan dalam cara yang halal, hanya terkadang kita mudah putus asa dan tidak ingin mendapatkan segala hal dalam cara yang instan.

1. Depresi

Pria yang sedang depresi dan gelisah
Ini dia penyebab paling umum yang paling sering ditemui sebagai alasan mengapa seseorang dapat melakukan tindakan seperti bunuh diri, tidak lain dan tidak bukan adalah depresi. Berbeda halnya dengan frustasi dan stres yang sekedar emosi, depresi adalah sebuah kondisi medis berkepanjangan dimana Anda merasa tertekan dan tidak bersemangat sepanjang waktu. Singkatnya dalam jangka waktu yang relatif panjang, Anda merasa sedih, gelisah, kosong, putus asa, tidak berdaya, tidak berarti, dan seterusnya. Jika pada umumnya, perasaan-perasaan seperti ini hanya terjadi secara sementara, maka orang-orang dengan kelainan medis ini menderitanya secara berkepanjangan.
Mereka yang merasakan hal-hal seperti ini seakan-akan sudah tidak melihat arti dari kehidupan. Bahkan pada titik tertentu, orang-orang yang mengalami depresi tidak lagi bersemangat untuk melakukan hal-hal yang ia senangi sebelumnya. Dari sini kita dapat melihat mengapa depresi adalah kasus paling umum di seluruh dunia sebagai penyebab bunuh diri.
0 komentar

10 Alasan Mengapa Keabadian Itu Buruk


Keabadian sering disebut adalah impian setiap manusia, namun ternyata menjadi abadi tidak seindah yang dibayangkan. Ada banyak alasan mengapa keabadian adalah hal yang buruk dan di sisi lain menunjukkan bahwa kematian ternyata adalah hal yang indah. Berikut 10 alasan mengapa Anda tidak akan menginginkan keabadian.

1. Golongan Sosial Yang Sangat Banyak

Keabadian akan menyebabkan sangat banyak golongan sosial di kehidupan
Dengan waktu yang tidak abadi saja kita tahu bahwa generasi kita terbagi-bagi menjadi berbagai golongan sosial seperti golongan sosial tahun 70an, 80an, 90an, dan modern sekarang ini. Mereka yang hidup di tahun 70an pasti memiliki musik zaman mereka sendiri dibandingkan yang hidup di generasi sekarang. Bayangkan berapa banyak golongan sosial yang dapat terbentuk jika umur manusia tidak terbatas, sederhanya bayangkan saja dalam waktu 1000 tahun.
Bahkan beberapa beragumen bahwa manusia itu terus berevolusi dan makanan yang kita makan sekarang mungkin bukan lagi makanan yang dapat kita temui di 100 tahun ke depan. Apakah Anda bisa menjamin bahwa makanan untuk 100 tahun ke depan cocok untuk Anda? Bagaimana dengan iklim di 100 tahun ke depan?

2. Hilangnya Identitas Diri

Hidup yang abadi juga berarti hilangnya identitas diri seseorang
Anda masih ingat dengan impian masa kecil Anda? Mungkin impian itu berubah karena Anda belum dewasa dan hanyalah angan-angan semata. Namun perubahan itu akan dialami semua orang jika keabadian terwujud. Dengan adanya keabadian maka seseorang tidak akan lagi mengetahui siapa dirinya, bagaimana kepribadian dirinya yang sebenarnya, dan apa yang mereka inginkan. Semua itu akan terus berubah dan hingga akhirnya nanti akan membuat dirinya kehilangan identitas diri.
Dalam jangka waktu ribuan tahun atas waktu yang abadi, kita pasti telah melupakan banyak hal dan mungkin termasuk siapa keluarga kita, bagaimana masa kecil kita, apa makanan favorit kita, apa bahasa kita dan banyak lainnya.

3. Kesendirian

Apabila hanya orang tertentu yang dapat hidup abadi maka kesendirian akan menghampiri
Keabadian yang kita bicarakan di sini adalah keabadian umum yang semua orang juga dapat memilikinya, namun bagaimana jika keabadian itu hanya dapat dimiliki orang-orang tertentu saja? Jika begitu halnya maka kekurangan lain dari keabadian akan terlihat dalam hal kesendirian. Bayangkanlah diri Anda yang abadi harus menyaksikan orang-orang terkasih sekitar Anda semakin tua dan pada akhirnya meninggal.
Jika hal itu hanya terjadi sesekali mungkin tidak akan berdampak besar namun bagaimana jika itu terjadi untuk selamanya? Hal itu kemungkinan besar akan membuat diri Anda tidak lagi ingin berkomunikasi dengan sesama Anda dan memisahkan diri dalam kesendirian. Kalaupun hal itu tidak terjadi manusia sekitar Anda juga mungkin tidak ingin bersosialisasi dengan seseorang yang wujudnya tidak berubah selama ribuan tahun.

4. Hukuman Kriminalitas Sia-Sia

Kriminalitas akan meningkat tinggi jika keabadian terwujud karena hukuman penjara tidaklah berarti
Setiap tindakan kriminalitas pasti memiliki hukumannya sendiri baik penjara 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, hingga seumur hidupnya. Bentuk hukuman penjara dalam bentuk waktu itulah adalah hal yang menakutkan jika umur manusia terbatas. Berbeda halnya jika setiap orang yang ada di dunia itu abadi.
Apalah artinya waktu 20 tahun dibandingkan dengan waktu 1000 tahun? Apalagi keabadian itu berarti tidak terbatas. Bisa saja kita membuat hukuman atas tindakan kriminalitas menjadi hukuman mati namun hukuman mati itu malah bisa menjadi sebuah penghargaan yang ingin dicapai semua orang yang tidak lagi menginginkan keabadiannya. Dengan begitu tindakan kejahatan malah akan meningkat jauh.

5. Overpopulasi

Dengan adanya keabadian maka itu berarti populasi dapat meningkat jauh dan menyebabkan overpopulasi
Alasan lain mengapa keabadian itu buruk dan bersifat negatif adalah karena keabadian itu sendiri. Pada saat keabadian terwujud, maka tentu semua orang akan mendapatkan keabadian itu dan kematian akan merosot jauh. Jadi jika sekarang Jakarta sudah berpendudukkan lebih dari 9 juta penduduk maka Anda bisa membayangkan jumlah itu meningkat hingga 2 kali lipat dalam jangka waktu abadi puluhan tahun, apalagi ratusan tahun, padahal kita tahu bahwa tanah dan sumber daya di dunia ini itu terbatas. 
Bentuk sederhana penggambarannya adalah sebuah restoran dengan 50 meja dan bahan makanan terbatas namun harus menghadapi antrian hingga puluhan ribu orang. Dalam waktu yang sangat singkat semua sumber daya yang ada di dunia ini akan lenyap begitu saja.

6. Tetap Tua

Walaupun keabadian dapat memberikan fisik yang muda namun pikiran akan tetap tua
Setiap manusia akan bertumbuh dewasa kemudian menjadi tua dan kemampuan mereka tidak akan lagi sama seperti selagi mereka masih muda. Kalaupun manusia dapat mencapai keabadian maka kondisi mental mereka tetap akan terus bertumbuh dan pada seiring berjalannya waktu semua orang akan menjadi tua dalam hal mental.
Bayangkan kehidupan dengan fisik layaknya orang yang masih muda namun dengan pikiran layaknya orang yang sangat tua. Jadi kalaupun Anda adalah manusia abadi yang berpenampilan umur 20 tahun, mental yang Anda miliki adalah orang berumur ratusan tahun yang mungkin saja menderita Alzheimer (degradasi otak).

7. Luka Abadi

Dengan adanya keabadian maka semua luka akan menjadi abadi juga
Steve Jobs pernah mengatakan bahwa kematian adalah penemuan terbaik kehidupan, hal itu juga berlaku benar melihat bahwa setiap orang akan memiliki kesempatan untuk mengakhiri luka mereka. Luka yang kita bicarakan di sini bukan sekedar luka fisik biasa namun adalah luka permanen seperti trauma, kecacatan, mati otak, stroke, atau kelumpuhan. Dengan adanya kematian maka orang terkait akan tahu bahwa penderitaannya akan berakhir saat ajal menjemput. Namun bersamaan dengan adanya hidup yang abadi maka luka yang abadi juga akan terwujud.

8. Keabadian Yang Tragis

Ironisnya kematian terkadang adalah hal yang indah dan keabadian adalah hal yang tragis
Dalam situasi tertentu kematian adalah hal yang sangat indah dan dapat membebaskan manusia dari banyak hal. Bayangkan saja misalnya jika sebuah gempa bumi terjadi dan karena itu Anda harus tertimpa tidak dapat bergerak di kedalaman reruntuhan rumah Anda. Jika dalam kasus biasa, Anda secara perlahan akan mendekati kematian namun yang kita bicarakan sekarang adalah Anda itu abadi yang dapat Anda lakukan hanyalah menunggu pertolongan yang mungkin baru akan terlihat berbulan-bulan sesudah kejadian itu. 
Itupun jika pertolongan benar-benar datang dan kejadian yang kita bicarakan adalah kejadian besar yang semua orang tahum bagaimana jika contohnya adalah kecelakaan yang membuat Anda terperangkan dan hanya Anda yang tahu? Sangat ironis bukan?

9. Kematian Tragis

Terwujudnya keabadian berarti kehidupan akan penuh dengan kematian yang tragis
Ok Anda abadi tapi tidak dipungkiri bahwa jika organ tubuh Anda ada yang rusak atau hancur pasti kematian sudah di depan mata. Kematian tragis seperti organ hancur itu dapat kita hindari dengan kematian indah yakni mati selagi kita tidur, namun sayangnya dengan waktu yang abadi maka kematian yang ada di dunia ini hanyalah kematian tragis.
Akan membutuhhkan lebih dari sekedar penyakit untuk dapat membunuh seorang mahuk abadi, pernah menonton film terminator? Mungkin dari dibacok, digencet, sampai ditabrak hingga hancur barulah bentuk kematian yang akan dijumpai dalam kehidupan abadi tersebut.

10. Membosankan Dan Tidak Berarti

Salah satu kekurangan paling jelar dari keabadian adalah kehidupan yang membosankan dan tidak berarti
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang pasti akan merasa bosan jika mereka selalu mendapatkan atau melakukan hal yang sama secara terus menerus. Seperti contohnya sesekali melakukan bungee jumping mungkin ada adrenalinnya tersendiri, tapi jika itu terus dilakukan atau mungkin 5 kali saja rasa bosan pasti sudah terlihat.
Hal ini juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai manusia. Sebagai mahluk hidup yang memiliki batas waktu ada alasan mengapa kita terus bertahan dalam berbagai suka duka kehidupan. Alasan utamanya adalah karena kita tahu di akhir hari nanti semua itu akan berhenti atau akan membuahkan hasil, namun bagaimana jika Anda tahu bahwa semua itu tidak akan berakhir? Dengan waktu yang abadi maka semua hal yang dilakukan akan terasa monoton dan akan ada banyak orang yang lebih memiliki kematian jika mereka harus merasakan kebosanan untuk beribu-ribu tahun.
Ditambah lagi semua makna yang sekarang masih berarti dalam kehidupan kita mungkin menjadi tidak ada artinya. Liburan akhir minggu bukan lagi hal yang ditunggu-tunggu, pergi ke luar negeri bukan sesuatu yang menakjubkan, bahkan mungkin saja di suatu waktu pergi keliling dunia tidak lagi ada artinya. Mungkin saja satu-satunya yang berarti adalah kematian itu sendiri.
 
;